ketika segala hal seperti seharusnya adalah putih,
ada saya yang tetap menjadi hitam
segala dari berbagai segala tak ada abu
yang ada hanyalah putih atau hitam
saya bukan putih di sana, di sini atau di tanah manapun
tetapi saya hitam, dengan sebersit putih
maka saya abu,
bukan hitam sepenuhnya maupun putih seutuhnya
ke manakah perginya orang-orang seperti saya?
...
saya dilingkari cahaya putih kosong,
ke arah membutakan
sekali lagi, saya bukan putih
segala rupa wajah dan bentuk pergi menyongsong dengan rel seharusnya
sedangkan saya di sini, di stasiun antah berantah tanpa rel,
bukan berarti saya tanpa tujuan
bukan berarti saya tidak ingin pergi lintas batas
...
saya tak hendak naik gerbong kereta
saya ingin terbang
...
sebab saya abu.
+ + +