Clouds and blue sky
Some of my favourite things in this world.

} means bird
* * * means guano

Welcome to my visual archive of mind.

Regrets,

Day} * * * * * *

Tuesday, 28 March 2017

Concrete Sunbathing Session










 
































It's all started by a simple wish that Ciumbuleuit will be clear and warm.
I assume the universe was listening to our mundane wish about weather.

We love the natural light from the sun.
Full of sweats because of the scorching sun and hard concrete,
but we had fun. Bathe in the sun.

Looking forward for another sessions.


------
Olympus OM-1
Fujicolor C200

ps: my campus has many hidden gems and corners. We just need a good pinch of curiosity and new perspective to find them all.


Monday, 20 February 2017

I Travel Because I Love To, I Come Back Because I Have To -- Rembang & Lasem






























Ditemani sepeda onthel biru, satu totebag dan satu kamera
Dua roll film hilang ketika di perjalanan
Pantai-pantai sepi dengan pohon Cemara di dekat bibir pantai

Menyusuri jalan-jalan sepi dan kosong dengan tembok tinggi di kiri-kanan
Pintu kecil warna-warni, dibaliknya ada kehidupan lain

Cerita seram sana sini
Tahun enam lima katanya ada yang tergeletak mati
di jalan
Atau ada seorang sepuh yang telah wafat berhari-hari
Baru ditemukan beberapa hari kemudian, karena sunyi dan tingginya tembok pagar

Sunyi dan senyap
Ramai hanya ada di pasar pagi
atau di Warung Kopi Jinghe

---


sebenarnya ada catatan panjang tentang Rembang dan Lasem, catatannya terselip di atas catatan-catatan lain yang saya tidak tahu di mana. Perihal Pabrik Tegel, ladang garam, kelenteng dan pesantren moderat yang ada di sana. Termasuk nasi jagung serta Lontong Tuyuhan. Termasuk cerita panjang tentang rumah Lawang Ombo yang menyimpan sumur kecil di halaman untuk menyelundupkan opium ke sungai.

Pentax Spotmatic F
Agfa Vista 200
Superia 200

Juni 2016

Sunday, 21 August 2016

I Travel Because I Love To, I Come Back Because I Have To -- Pantai Wedi Ombo





























Wishing I have something that could be as solid as a rock
Then the south sea reminded me
that
I could be as fluid as the waves
yet as harsh as the Indian Ocean

...





June 2016
Yogyakarta
Pentax Spotmatic F
Agfa Vista 200 + Expired Fujifilm Superia 200




Thursday, 18 August 2016

I Travel Because I Love To, I Come Back Because I Have To -- Pasar Gang Baru, Semarang


Kurang pas apabila bertandang ke Semarang dan tidak mampir ke daerah pecinannya. Terutama wilayah Pasar Gang Baru yang kesohor itu. Bertandanglah pagi-pagi (sekitar pukul enam atau tujuh) dan kamu akan menyaksikan kota ini bergeliat dengan cepat. Segalanya serba ada di Pasar Gang Baru, kualitas barang dagangannya pun apik-apik. Seusai berbelanja, bisa rehat sebentar sambil menyesapi nikmatnya wedang tahu (tahu lembut dengan kuah jahe).









Apapun tersedia! Termasuk perlengkapan lamaran







Gerbang masuk wilayah pecinan. Di kala Sabtu dan Minggu malam, daerah ini akan menjadi pasar malam yang biasa disebut Pasar Semawis. Segala rupa makanan khas Semarang akan tersedia. Dari es conglik (semacam es putar) sampai pisang penyet! Atmosfernya sedikit unik, karena akan ada sekumpulan ibu-ibu atau orang-orang sepuh yang berkaraoke di pinggir jalan.

Tepat di bagian kanan gerbang ini, terdapat toko tembakau Mukti yang sudah berdiri sejak lama. Cangklong, alat linting, kelobot (rokok dengan lintingan kulit jagung) dan berbagai pilihan tembakau dari berbagai wilayah di Indonesia pun tersedia. Kalau saya tidak salah ingat, toko ini dikelola oleh generasi ketiga sang pemilik awal, dengan gudang tembakau yang ada di Kendal. Uniknya, mereka turut menjual tembakau iris dengan berbagai pilihan rasa. Kopi, buah ceri, mint, ceri mint dan bahkan wine. Rasa-rasa tersebut dihadirkan ke dalam tembakau mereka melalui proses penguapan dari bahan-bahan asli. Begitulah kata sang penjaga toko, dan hal itulah yang membedakan tembakau mereka dengan tembakau-tembakau yang ada di pasaran.






Gedung-gedung (atau bahkan mungkin dapat disebut ruko-ruko) di wilayah pecinan menjadi pusat kegiatan ekonomi di Semarang. Tak kenal lelah. Pagi menjadi Pasar Gang Baru, sore menjelang malam (satu blok di sebelah Pasar Gang Baru) akan menjadi pusat jajanan enak (bistik kambing, mie babi, babat gongso dan banyak lagi) dan tiap akhir pekan akan menjelma menjadi Pasar Semawis. Satu wilayah dengan banyak rupa.




Juni - Juli 2016
Pentax Spotmatic F
Expired Fujifilm Superia 200