Clouds and blue sky
Some of my favourite things in this world.

} means bird
* * * means guano

Welcome to my visual archive of mind.

Regrets,

Day} * * * * * *

Tuesday, 7 July 2009

Bangkok Invaders

Sawadeeka Bangkok!

Sawadeeka!

Dari tanggal 27 Juni sampe 3 Juli gue ikut program pertukaran budaya dari sekolah. Destinasinya Thailand, tepatnya di sekolah ursulin Mater Dei, Bangkok. Gue bener-bener excited banget soalnya ini pertama kalinya ke luar negeri. *hahahaha norak lo Day* Sialnya, kamera digital gue pas rusak dan gambarnya jadi overexposure sama garis-garis semua grrr.

Changi International Airport, Singapore

Lucunya, pas transit di Bandara Changi, Bu Maria C sama Bu Arimbi yang notabene guru pendamping hampir ketinggalan pesawat. Sebenarnya termasuk gue, bebek, Vita sama Inggrid yang juga ngikutin rombongan guru pendamping. Kami semua udah santai-santai di depan Imigrasi (harusnya ke gate) dan bu Arimbi yang sempet marah-marah sama anak lain karena tidak segera tampak batang hidung mereka. "Lho bu, kan langsung ke gate. Ibu ngapain di sana?" Padahal itu udah 5 menit sebelum boarding time. Alhasil kami semua langsung lari-lari ke gate F59 (kalo gak salah) yang letaknya mojok jok di ujung. Juga plus dapet bonus muka galak dari pramugarinya.

| Smoking = 2000 Baht |
Suvarnabhumi International Airport, Bangkok


Bangkok itu mirip banget sama Jakarta. Bedanya, kalo Bangkok lebih modern, rapi dan bersih. Bandara internasional Bangkok yang baru, Suvarnabhumi (artinya tanah emas) menyambut gue dan teman-teman yang lain dengan terang benderang cahaya matahari Bangkok lewat arsitekturnya yang dominan kaca.

Grand Palace, Bangkok


Krup-Phom and me
Diajarin Meracik Som Tum (Thai Papaya Salad)


Kak Andri, Kak Tita, Me
Belajar Alat Musik Tradisional Saw Ou Bareng Murid Mater Dei Sama Gurunya yang Super Duper Sabar dan Kocak


Hasil Rangakaian Bunga Buatan Gue Sendiri

Karena 'hanya' seminggu kita di Bangkok alhasil jadwalnya dipadatkan. Karena tujuannya pertukaran budaya jadi lebih mementingkan cultural visit nya. Gak cuma jalan-jalan doang tapi juga belajar budaya orang Thailand juga. Dari cara memberi salam, sikap tubuh menerima hadiah, merangkai bunga, memasak, menari sampai alat musik tradisional juga kami pelajarin. Anak Indo juga cerita-cerita soal kebudayaan Indonesia juga. Termasuk menampilkan tari Betawi, tari Giring-Giring sama tari Piring.

Peach, Bebek and Me
@ welcoming garden party

Kami semua tinggalnya di host family yang anaknya murid Mater Dei. Kebetulan banget gue bareng bareng sama bebek. Host family kami (Manetaap family) juga super duper baik banget. Anaknya Peach juga lucu banget walaupun lebih muda setahun, kita ngobrolnya nyambung banget. Sekolah Mater Dei juga super gede dan luas. Dari tk sampai sma muridnya cewek semua. Kantinnya juga enak-enak dan murah meriah. Tapi di Mater Dei kalau mau beli barang atau makanan tidak pake baht tapi pake kupon warna-warni gitu. Uniknya lagi, mereka tidak pake plastik untuk makanan utama. Tapi pake piring melamin dan habis selesai makan, murid Mater Dei (termasuk kami) wajib hukumnya untuk menyuci sendiri peralatan makan yang udah dipakai.

(L-R) Hill, Me, Bebek, Peach
@ Siam Paragon


Walaupun banyak kegiatan kultural, kami juga menyempatkan untuk jalan-jalan buat cuci mata. Asyiknya sekolah Mater Dei itu letaknya di Central Bangkok. Kawasan strategis di Bangkok, jadi jangan heran kalo Mater Dei diapit dua gerai Starbucks. Jalan sedikit atau naik BTS (mereka menyebutnya Sky Train ) satu stasiun ke arah Rama 1 Road, tinggal milih: kiri ke Siam Square, kanan ke Siam Paragon atau Central World. O iya, kalo mau ketemu artis Thailand jalan aja ke Siam Paragon hehehe.

Dunkin' Donuts di salah satu station BTS
Coba bandingin sama harga Iced Coffee di DD sebelah sanur

Yang lebih asoy lagi, makanan di Bangkok murah meriah! Buktinya, gue beli satu tusuk baby octopus yang dibakar terus dilumurin thai sauce yang khas di kaki lima depan sekolah. Harganya cuma 10 baht! Kira-kira sekitar 3000 rupiah dengan rasa nikmat pedes asoy geboy gitu. Transportasi di Bangkok juga lebih oke dengan subway dan BTS. Sayang gue gak sempet naik tuk-tuk. Usahakan tidak naik taksi kalo gak kepepet, karena taksinya lumayan mahal. Kecuali kalo mau ikut dengerin lagu alay Thailand yang disetel sama sopir taksinya.

Bonus ketemu om Darius di Changi pas pulang


Indo-Thai family
@farewell party


(L-R) Olive, Me, Nam Waan, Bacap, Bebek, Inggrid, Tina, Nikki
@welcoming garden party


Khapoomkaa!

Bangkok itu bikin kangen. Makananya murah. Banyak tempat-tempat asyik buat dikunjungi. Transportasinya nyaman dan cepat. Budaya tradisonal tidak ditinggalkan walaupun kotanya semakin modern. Tapi tetap aja yang bikin kangen yaa host family sama anak Mater Dei yang ramah, gila sama asyik-asyik. Guys, semoga ini bukan pertemuan terakhir kita! Kapan yaa gue balik ke sana lagi?

__________________________________
photos: day, Inggrid and Vita

5 comments:

EUGENIA said...

duh enaknya yang ke Thai. haha^^

dayinta sekar pinsthika said...

hehehe nanti kalo di sanur ada kesempatan kek gitu coba aja niaa :B

Jeanne Eureka said...

eh gue inget tuh yang namanya nikki, taun kemaren dia yang ke jakarta hehe. rata-rata gue inget tampang tapi ga inget namanya hiahaha. jadi inget tarian loy loy kratong ahahaha

Vina Sagita said...

oh. my. god.
bikin ngiri banget SUMPAH!
btw, dsana ngobrolnya pake bahasa apa?

dayinta sekar pinasthika said...

@ kak jeanne : hehehe iyalah kak namanya ribet ribet makanya susah diinget. loy loy kratong aduh masih penasaran aku sama loy loy itu.

@ kak vina : hahaha di sana ngobrolnya pake bahasa inggris kak. tapi kalo ngomongin penumpang sebelah di sky train pake bahasa indo :B