Clouds and blue sky
Some of my favourite things in this world.

} means bird
* * * means guano

Welcome to my visual archive of mind.

Regrets,

Day} * * * * * *

Monday, 24 December 2012

Answers



"Happiness real when shared"
 - Into the Wild

"Any book that helps a child to form a habit of reading, to make reading one of his deep and continuing needs, is good for him.
” 
 - Maya Angelou

















People keep asking me why this Saturday or next Saturday or last Saturday I was not at home. Asking whether I miss Jakarta or not, asking what I usually do at the weekends.

Those photos above are all the answers.



...
A non-profit project to provide reading & literacy support to children in Indonesia. 

Saturday, 15 December 2012

Kelakar





"Hiduplah seperti pohon. Terus tumbuh dan tumbuh tanpa meninggalkan akarnya. Memang akar seolah menahan pergerakkan si pohon. Tetapi pohon tak akan tumbuh dan bertahan lama apabila keluar dari akar, bukan? Akar mencari dan memberi air. Ia juga membantu menopang pohon untuk semakin dalam menjejak tanah. Agar makin kuat diterpa angin yang semakin kencang."







Disadur dari percakapan malam bulan November, berkelakar sembari makan ikan.


Wednesday, 12 December 2012

8/9


Pagi.

Pagi pukul delapan atau sembilan, sama-sama favorit saya.
Matahari mengintip dari samping, seperti hendak menyapa saya tapi malu, enggan.

Mengapa harus malu?
Adakah jawaban?

...


Bandung, Desember 2012

Saturday, 17 November 2012

Hujan Hari Ini




Manusia lagi-lagi berlalu lalang
Jalan satu-satu atau dua-dua

Sebagian besar mengintip di balik pagar
Sebagian lagi membunyikan bel pintu

Sebagian kecil berbisik permisi

...

Ada satu-dua yang berseru agar si penghuni keluar,

untuk sekedar menikmati hujan,
menyesap turkish hazelnut panas,
menghirup kantong-kantong teh,
mengajak kabur ke pantai,
atau berbicara tentang rasa.


Bandung, November 2012

Tuesday, 6 November 2012

6.





lalu kuamati lamat-lamat setiap orang yang lalu-lalang,
dari hingar bingar hingga senja senyap.


.....


Guitargasm





Gugun Blues Shelter + Payung Teduh


Jakarta, sekitar Juni-Juli 2012

Saturday, 20 October 2012

Perihal Pergi












Oh, rasanya ingin kembali lagi ke sana
Inginnya akhir tahun ini tapi ada banyak hal-hal tak terduga
Inginku tahun depan, tapi waktu hanya mengizinkan ketika selewat peralihan musim

Idealnya, kepergian saya nanti dibekali dengan legal permission
Yang pasti, alasan saya pergi bukan untuk kabur (lagi)
Sebab, hidup saya di kota kembang tidak bisa dan tidak untuk dicampakkan

Ke mana pun saya pergi nantinya,
apapun destinasinya,

itu karena saya ingin membaca buku sampai habis,
tidak henti hanya sampai satu halaman saja.

...
Terima kasih untuk kamu, yang memberi bensin ke jiwa berkelana saya yang makin berapi
Kamu tahu dirimu.

Terima kasih pula untuk kamu (-kamu), yang membuat saya lebih betah di kota kembang
dan menyadarkan bahwa bukit-bukit dan gang sempit di sini asyik juga
Kamu, kalian tahu dirimu, kan?


...

Sampai jumpa di entah-gang-sempit-mana-atau-stasiun-kereta-mana!








Thursday, 11 October 2012




Saya masih ingat bau jalan itu dan atmosfer sekitarnya.
 Agak tergesa sambil menahan sakit, saya berusaha menyamakan pacu kamu.
 Sampai akhirnya, saya berhenti. 
Mencuri segenggam rempah di udara.







-----
Pentax Espio 115G + Kodak Colorplus

Sunday, 9 September 2012

Friday, 10 August 2012

Taglines



Everyone has their own taglines. Words that become the main theme. Maybe a word is sufficient. Those words or taglines can describe and help us to know what are we gonna do next.

Tuesday, 31 July 2012

Floating

Funny is when you're bored of writing essays or position paper(s) but you realized that you're typing a paragraph of some philosophical things around. Then the next thing you do is smiling widely and feel like everything around you is so blurry. 







Little things can make you feel like floating or flying so high. Recently, I am trying to reassemble my mind. Some kind like 'floating' mind that I wanna get, without forgetting to land smoothly down there.


Photos:
Andy Warhol: 15 Minutes Eternal Exhibition
Singapore
Pentax Espio 115G + Colorplus 200

Sunday, 22 July 2012

Friday, 20 July 2012

Percakapan


"Aku tidak terlalu suka menulis. Bukan gayaku untuk menyampaikan pikiran dengan medium ini"

"Ayahmu itu tukang tinta handal dan kamu mewarisi bakat itu sebenarnya! Kakekmu profesor pertama yang memperoleh gelarnya di Belanda melalui risetnya yang mendalam dan menyumbang dasar-dasar geografis negara ini. Harusnya kau berbangga sedikit"

"Aku bangga. Sangat bangga. Hanya saja menulis seperti ini bukan diriku. Aku lebih suka menyampaikan pikiranku secara visual"

"Apa bagusnya secara visual? Apabila dengan medium kata-kata, itu akan lebih mengolah pikiran dan rasa. Ada sisi imajinatif pula yang dibutuhkan sepanjang proses tersebut."

"Sisi visual juga begitu. Gambar, warna bahkan warna hitam putih pun juga memberikan kesan tersendiri di mata manusia. A picture speaks a thousand words. Visual mampu menjelaskan apa yang tak dapat diterangkan oleh kata-kata bahkan terkadang menyederhanakan apa yang dapat disampaikan kata-kata. Bukan berarti visual lebih baik dan medium tulis menulis lebih buruk. Tak ada maksud."

"Bukankah medium tulis menulis lebih membutuhkan proses kreatif yang panjang? Menulis bukan hal yang mudah. Berbeda dengan mengerjakan karya visual, terutama jika engkau memotret sesuatu. Proses apa yang kau tempuh?"

"Memotret tidak hanya menjepret tombol lalu selesai. Ada usaha sebelum tombol ditekan untuk merekam momen, suasana dan bahkan rasa yang ada di depan mata. Bahkan ada usaha untuk membangkitkan makhluk abstrak bernama konsep yang ada di kepalaku untuk menjadi nyata melalui suatu hal yang memang ada di dunia nyata. Begitu pula dengan melukis, membuat coretan di dinding dan sejenisnya. Ah sudahlah, aku tidak ingin berdebat soal ini."

"Aku merasa jalanmu bukan di dunia visual seperti itu. Tulis-menulis merupakan duniamu yang sebenarnya. Hanya soal waktu. Kau belum terpanggil saja."

"Menulis apa? Bukan berarti aku tidak suka menulis juga, hanya saja ada hal-hal tertentu yang lebih suka aku tuliskan. Bukan tulisan formal, ilmiah yang kumaksudkan."

"Cepatlah buka matamu, realistis sedikit saja. Kau ini bisa apa?"

"Aku hanya ingin merasakan keseimbangan. Kalau kau mengerti apa yang kumaksud. Dunia visual juga semacam pelarian dan tempat berlabuhku yang nyaman. Dengan begitu aku bisa menjadi diriku sendiri"

"Tak ada gunanya apabila hanya senang-senangan semata."

"Memang untuk membahagiakan hati. Aku hanya ingin bahagia menurut definisiku. Sisanya tergantung semesta."

"Semesta? Bukan Tuhan?"

"Haruskah kumenjawab pertanyaanmu?"

---
Kuhabiskan kopiku yang sudah agak mendingin. Lalu segera berkemas menuju tempat lain yang lebih cerah dan hangat.

---

Sebuah percakapan setengah imajinaatif, fiktif tetapi dengan sepercik realita.



Monday, 16 July 2012

Coast







Smell of sea and fishes along the bridge. We could see some cargo ships or frigates too. No wonder, this place is one of the busiest straits in the world.




Pentax Espio 115G | Kodak Colorplus 200 |

Thursday, 21 June 2012

Sail








My secret getaway. Have to go back there, maybe next year.




+loaded with Kodak Colorplus 200





Tuesday, 19 June 2012

Up and Above









Want to fly somewhere else again.




+ loaded with Kodak Colorplus 200

Wednesday, 13 June 2012

Leer









Mari membaca.


Thursday, 31 May 2012

wazzup


I need enlightenment. Ah and also some delights maybe. Having mumps on the first day of my short-one-week-only-holiday is err ain't good. I take some credits between this long holiday, just to fix my grades. Some plans did not work out so well. Many plans actually. But yeah that's life.

Sometimes i just should stop planning something because i feel i lose my randomness or spontaneity already. 



Monday, 2 April 2012

Morning Solitude pt.I










Ketika segalanya adalah absensi.
Ketika segalanya adalah esensi.

...

Dan ketika pagi itu selalu sendiri sepi.




Wednesday, 29 February 2012

------------------------------------.




i can keep drawing.
i can keep taking some photo.

what matter is:
................................................

well, you don't have to know it.

Saturday, 18 February 2012

Sorge Magazine: Mari Berpuisi - "Para Peminum"








Mirza Fahmi - "Para Peminum" karya Sutradji Calzoum Bachri


+++



Sorge Magazine: Mari Berpuisi - "Aku Lupa Rasanya Berada Dalam Air"








Eva Pauline - "Aku Lupa Rasanya Berada Dalam Air"



one of some collaborative projects i am working on right now.
puisi dalam video.

+++

Thursday, 16 February 2012

----------------------------------------------------------------------------------------------.

Hanyalah sebuah kisah sederhana yang terpenggal dari kisah panjang. Sederhananya anak manusia mencari ilmu dan kebahagiaan. Berlayar dengan angin menuju daratan lain berbekal harapan sang orangtua bertengger di pundaknya. Sama seperti lanun maupun pelaut mana pun, di hati berbisik akan desiran pasir yang halus, hangat dan matahari yang menyengat tetapi indah. Sesuatu yang dituju adalah sesuatu yang lain dan menyenangkan. Seharusnya
Tetapi seharusnya tersebut digantikan oleh idealnya. Bahkan, tergantikan pula dengan apa yang tak diinginkan, sebaliknya. Sang anak terheran, mengapa anak kecil sedari dulu harus diceritakan tentang segala hal yang baik dan indah? Tak bercerita tentang realita semata? Salahkah? Ternyata fiksi, walaupun terkadang, benar-benar fiksi yang memabukkan. Miskin realita. Inilah kenyataannya, teman. Rasanya seperti disodorkan sepiring penuh realita di depan hidung dan matamu. Menyesal telah menjadi utopis selama fase hidup sebelumnya. Bodoh rasanya.
Langit biru hingga abu menemani. Desir angin berusaha menyejukkan sekaligus menghangatkan. Tapak kakiku tak menjamah manapun, tak ada sebersit kecil niat. Semuanya tampak klise dan bohong.

...

Ke mana sajakah aku pergi?
Sudah tercebur basah di sini, bisakah aku keringkan diriku sendiri?
Asin garam dan bau laut tetap menempel.
Menyesal?

Sayangnya tak ada guna, percuma.

...
Bintang malam kadang muncul kadang tidak. Heran ke mana perginya. Kertas-kertas koran di dinding menjadi saksi bisu. Menonton dengan terpana, sebal dan kasihan menjadi satu. Entahlah. Ia hanya diam di dinding. Diam kaku tak bergerak. Sedangkan aku di sini seperti menyesali apa yang tidak bisa disesali. Keraguan terus memburu tiap tarikan nafas. Adakah kesempatan di luar sana? Adakah secercah lagit biru dan matahari hangat esok hari?

Salahkah aku tiba di sini?

Tampaknya salah besar
dan satu-satunya cara untuk memudahkanku adalah dengan
menulis tanda titik dua dan kurung tutup di wajahku.



.....

Monday, 6 February 2012

Abu





ketika segala hal seperti seharusnya adalah putih,
ada saya yang tetap menjadi hitam


segala dari berbagai segala tak ada abu
yang ada hanyalah putih atau hitam


saya bukan putih di sana, di sini atau di tanah manapun
tetapi saya hitam, dengan sebersit putih


maka saya abu,
bukan hitam sepenuhnya maupun putih seutuhnya


ke manakah perginya orang-orang seperti saya?


...


saya dilingkari cahaya putih kosong,
ke arah membutakan


sekali lagi, saya bukan putih


segala rupa wajah dan bentuk pergi menyongsong dengan rel seharusnya


sedangkan saya di sini, di stasiun antah berantah tanpa rel,
bukan berarti saya tanpa tujuan
bukan berarti saya tidak ingin pergi lintas batas
...


saya tak hendak naik gerbong kereta
saya ingin terbang 
...


sebab saya abu.












+ + +







Monday, 30 January 2012

The Decemberists, Rails









It took 3 hours, Bandung-Jakarta via Argo Parahyangan, but you would get more wonderful scenery than 2 hours through highways.