Clouds and blue sky
Some of my favourite things in this world.

} means bird
* * * means guano

Welcome to my visual archive of mind.

Regrets,

Day} * * * * * *

Tuesday, 31 July 2012

Floating

Funny is when you're bored of writing essays or position paper(s) but you realized that you're typing a paragraph of some philosophical things around. Then the next thing you do is smiling widely and feel like everything around you is so blurry. 







Little things can make you feel like floating or flying so high. Recently, I am trying to reassemble my mind. Some kind like 'floating' mind that I wanna get, without forgetting to land smoothly down there.


Photos:
Andy Warhol: 15 Minutes Eternal Exhibition
Singapore
Pentax Espio 115G + Colorplus 200

Sunday, 22 July 2012

Friday, 20 July 2012

Percakapan


"Aku tidak terlalu suka menulis. Bukan gayaku untuk menyampaikan pikiran dengan medium ini"

"Ayahmu itu tukang tinta handal dan kamu mewarisi bakat itu sebenarnya! Kakekmu profesor pertama yang memperoleh gelarnya di Belanda melalui risetnya yang mendalam dan menyumbang dasar-dasar geografis negara ini. Harusnya kau berbangga sedikit"

"Aku bangga. Sangat bangga. Hanya saja menulis seperti ini bukan diriku. Aku lebih suka menyampaikan pikiranku secara visual"

"Apa bagusnya secara visual? Apabila dengan medium kata-kata, itu akan lebih mengolah pikiran dan rasa. Ada sisi imajinatif pula yang dibutuhkan sepanjang proses tersebut."

"Sisi visual juga begitu. Gambar, warna bahkan warna hitam putih pun juga memberikan kesan tersendiri di mata manusia. A picture speaks a thousand words. Visual mampu menjelaskan apa yang tak dapat diterangkan oleh kata-kata bahkan terkadang menyederhanakan apa yang dapat disampaikan kata-kata. Bukan berarti visual lebih baik dan medium tulis menulis lebih buruk. Tak ada maksud."

"Bukankah medium tulis menulis lebih membutuhkan proses kreatif yang panjang? Menulis bukan hal yang mudah. Berbeda dengan mengerjakan karya visual, terutama jika engkau memotret sesuatu. Proses apa yang kau tempuh?"

"Memotret tidak hanya menjepret tombol lalu selesai. Ada usaha sebelum tombol ditekan untuk merekam momen, suasana dan bahkan rasa yang ada di depan mata. Bahkan ada usaha untuk membangkitkan makhluk abstrak bernama konsep yang ada di kepalaku untuk menjadi nyata melalui suatu hal yang memang ada di dunia nyata. Begitu pula dengan melukis, membuat coretan di dinding dan sejenisnya. Ah sudahlah, aku tidak ingin berdebat soal ini."

"Aku merasa jalanmu bukan di dunia visual seperti itu. Tulis-menulis merupakan duniamu yang sebenarnya. Hanya soal waktu. Kau belum terpanggil saja."

"Menulis apa? Bukan berarti aku tidak suka menulis juga, hanya saja ada hal-hal tertentu yang lebih suka aku tuliskan. Bukan tulisan formal, ilmiah yang kumaksudkan."

"Cepatlah buka matamu, realistis sedikit saja. Kau ini bisa apa?"

"Aku hanya ingin merasakan keseimbangan. Kalau kau mengerti apa yang kumaksud. Dunia visual juga semacam pelarian dan tempat berlabuhku yang nyaman. Dengan begitu aku bisa menjadi diriku sendiri"

"Tak ada gunanya apabila hanya senang-senangan semata."

"Memang untuk membahagiakan hati. Aku hanya ingin bahagia menurut definisiku. Sisanya tergantung semesta."

"Semesta? Bukan Tuhan?"

"Haruskah kumenjawab pertanyaanmu?"

---
Kuhabiskan kopiku yang sudah agak mendingin. Lalu segera berkemas menuju tempat lain yang lebih cerah dan hangat.

---

Sebuah percakapan setengah imajinaatif, fiktif tetapi dengan sepercik realita.



Monday, 16 July 2012

Coast







Smell of sea and fishes along the bridge. We could see some cargo ships or frigates too. No wonder, this place is one of the busiest straits in the world.




Pentax Espio 115G | Kodak Colorplus 200 |